Dhyan's posts with tag: bisnis pameran

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bisnis pameran

ReviewReviewReviewReviewReviewMasa Depan Bisnis PameranNov 1, '07 9:45 PM
for everyone
Category:Other
Membaca surat kabar beberapa waktu yang lalu mengenai pernyataan Wali Kota Batam yang ingin menjadikan Batam sebagai Kota MICE (Meeting, Incentive Travel, Convention, Exhibition), membawa angin segar bagi pelaku bisnis bidang tersebut, terutama pelaku bisnis pameran.

Selama ini bisnis pameran memang belum menjadi subsektor pariwisata yang diprioritaskan. Namun, peran pameran tidak dapat dihilangkan begitu saja sebagai mesin penentu perkembangan industri dalam negeri.

Pameran mampu membuka pintu bisnis yang dapat menghubungkan antara produsen domestik dengan buyers dari luar negeri sehingga dapat menambah devisa negara melalui ekspor-impor.

Menurut Asperapi (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia) transaksi yang terjadi pada 2006 mencapai Rp712,20 miliar (US$74,96 juta) dari sekitar 323 kegiatan pameran. Volume transaksi ini mampu menyumbang 0,09 persen dari total ekspor Indonesia.

Kompetitif

Sejak awal 90'an perkembangan bisnis pameran sangat pesat. Pada 1990, jumlah perusahaan penyelenggara pameran hanya 16 perusahaan dan pada 2006 berkembang menjadi 196 perusahaan atau terjadi peningkatan sebesar 1.125% selama 16 tahun terakhir.

Meningkatnya jumlah perusahaan yang bergerak di industri ini menggambarkan bahwa bisnis pameran menjanjikan masa depan yang baik sehingga bentuk pasarnya menjadi lebih kompetitif. Indikator struktur pasar kompetitif ini ditunjukkan dari Indeks Herfindahl-Hirschman (IHH) yang mendekati nol atau 0,0563.

Indikator lainnya yang dapat dilihat adalah tidak adanya kongsi di antara pemimpin pasar di mana rasio konsentrasi (CR4 & CR8) menunjukkan angka yang masih di bawah 50%, yang berarti 4 pemimpin pasar ataupun 8 pemimpin pasar hanya menguasai kurang dari setengah kue ekonomi yang tercipta dari kegiatan pameran.

Pasar ini juga tetap membuka peluang (barrier to entry) bagi siapa saja untuk ikut serta mendirikan bisnis pameran. Perusahaan dapat masuk dan keluar pasar dengan mudah tan-pa aturan main yang ketat.

Konsekuensinya hanya perusahaan yang mampu bersainglah yang akan bertahan di dalam pasar. Ini terlihat dari cenderung berfluktuasinya jumlah perusahaan pameran dari tahun ke tahunnya.

Hal positif lainnya adalah kecilnya market share satu perusahaan dan perusahaan lainnya terhadap total market. Ini menunjukkan bahwa pemimpin pasar tidak dapat menentukan harga pasar karena informasi yang diterima penyedia jasa dan pengguna jasa yang cenderung homogen, sehingga penyedia jasa pameran tidak dapat menentukan harga secara sepihak karena pengguna jasa dapat memilih penyedia jasa yang lain dengan mudah.

Mengingat pasar yang terbentuk sangat kompetitif, maka menyulitkan peran asosiasi sebagai mediator dan penengah berbagai kepentingan masing-masing anggotanya.��� ����

Dampak bisnis pameran

Yang menarik untuk dilihat adalah bagaimana keterkaitan industri pameran dan MICE ini terhadap industri lainnya sebagai menyumbang pendapatan negara.

Industri pameran memiliki keterka-itan yang erat ke belakang (backward linkage) dengan industri pendukungnya di mana apabila industri pameran goyah maka banyak perusahaan pendukung di belakangnya yang juga akan ikut terganggu.

Industri pendukung tersebut di antaranya adalah bisnis kontraktor pameran, bisnis penyewaan bangunan (venue hall), jasa pengiriman barang pameran (freight forwarder), akomodasi hotel, jasa perjalanan (travel), jasa hiburan (entertainment), media promosi dan masih banyak lagi jasa pendukung lainnya yang terkait.

Namun, jika dilihat dari sisi keterkaitan ke depan (forward linkage), industri pameran belum mampu menjadi stimulus pertumbuhan industri yang terkait dengan produk yang dipamerkan.

Pameran otomotif yang sangat meriah dan menciptakan nilai tambah yang besar bagi industri pameran belum bisa menjadi pendorong industri otomotif itu sendiri untuk tumbuh lebih besar. Ini karena pameran masih belum bisa masuk menjadi bagian penting dalam proses bisnis industri otomotif dan hanya menjadi ajang pertemuan produsen mobil dengan end user.

Hal ini berbeda ketika kita melihat bisnis pameran di luar negeri di mana bisnis ini tumbuh subur dan memberikan peran penting bagi industri lain sehingga memiliki keterkaitan yang erat ke depan.

Hal lain yang perlu diketahui adalah bisnis pameran walaupun terlihat masih kecil, tetapi memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang cukup besar dalam perekonomian secara umum.

Dilihat dari tiga pos penerimaan, terlihat bisnis pameran memberikan nilai transaksi sebesar USD 74,96 juta, pengunjung dari luar negeri sebesar USD 1,77 miliar dan peserta pameran luar negeri sebesar US$ 116,81 juta dan masih banyak pos lainnya yang belum terhitung. Dari total sumbangan tersebut maka dari bisnis pameran secara total memberikan sumbangan devisa sebesar US$1,967 miliar atau sekitar 2% terhadap total cadangan devisa negara (US$51,9 miliar).

Dari sisi jumlah wisatawan terlihat bahwa bisnis pameran memberikan andil yang cukup besar terhadap peningkatan jumlah wisatawan asing di Indonesia.

Berdasarkan data Asperapi total wisatawan asing yang datang ke Indonesia sebanyak 268,862 orang dengan rincian 252,280 orang pengunjung pameran dan 16,592 orang peserta pameran. Dari total jumlah wisatawan asing sebanyak 3,59 juta, terlihat bahwa bisnis pameran memberikan sumbangan sekitar 7,49% terhadap total wisatawan asing di Indonesia.

Dari sisi tenaga kerja tetap ataupun musiman, Asperapi memberikan data bahwa jumlah tenaga kerja yang terserap selama 2006 sebanyak 144,959 orang. Dengan asumsi jumlah pengangguran dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2006 sebesar 10,93 juta orang, maka dengan kegiatan pameran dapat menurunkan jumlah pengangguran sebesar 1,32%.��

Sebagai penutup, dalam usaha peningkatkan pertumbuhan bisnis pameran di tanah air yang memiliki masa depan yang menjanjikan di kemudian hari, maka pemerintah mulai saat ini harus memerhatikan infant industry ini agar dapat terus berkembang.

Mempertahankan kompetisi yang sehat di pasar, membuat kebijakan yang mendukung, memudahkan perizinan, menyediakan sarana dan prasarana pendukung, membantu publikasi ke luar negeri agar setiap kegiatan pameran dapat terselenggara dengan baik dan bentuk dukungan lainnya.

Oleh Andri Kosasih
Peneliti pada PT Dyandra Promosindo

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help